Guyonan!

Sang ayah Dan ibu sangat murka ketika mengetahui anak perempuan mereka Hamil.

"Siapa si bedebah itu," jerit sang ayah, sedang si ibu menangis.

"Suruh dia datang kesini!"

Si anak pun menelepon pria yang menghamilinya.
Setengah jam kemudian sebuah Mobil Ferrari merah berhenti di depan rumah.

Seorang lelaki separuh baya keluar dari mobil, memberi salam lalu masuk ke rumah. Lelaki itu berhadapan dengan ibu d an ayah perempuan yang telah dihamilinya. Dia berkata, "Saya lelaki yang telah menghamili anak anda.

Tapi terus terang saya katakan saya tidak dapat menikahi anak anda karena isteri saya tak mengizinkan.

Namun bagaimanapun, saya akan bertanggung jawab. Sekiranya anak anda melahirkan seorang bayi perempuan saya akan wasiatkan untuknya dua buah supermarket, sebuah hotel Dan uang tunai 5 milyar rupiah.

Sekiranya dia melahirkan anak lelaki saya akan wasiatkan untuknya dua buah kilang, dua buah supermarket, dua buah hotel dan uang tunai 10 milyar rupiah. Tapi sekiranya anak anda keguguran apakah yang harus saya lakukan?"
Sang ayah berfikir. Si ibu berhenti menangis.

Akhirnya sambil menepuk bahu lelaki itu, sang ayah berkata, "Kalau keguguran, kamu coba lagi ya !!"

Semua Orang Istimewa

Om Swastyastu,

Al kisah pada jaman dahulu tersebutlah seorang Pertapa yang terkenal kewisesaannya. Beliau bertempat tinggal di sebuah lembah yang dikelilingi oleh bukit Bibun, Kapasjawa dan Timbul. Lembah itu masuk wilayah Desa Tinggarsari. Ketiga bukit tersebut sangat hijau dan dipenuhi oleh berbagai jenis kembang berwarna-warni yang membuat tempat itu sangat asri dan indah untuk dipandang. Di dalam lembah air jernih mengucur dari pancuran-pancuran bambu yang disusun sedemikian rupa, sehingga tampak begitu menawan, membuat siapa saja yang mengunjunginya menjadi betah. Terasa nuasa kedamaian menyelimuti hati setiap pengunjung yang menginjakkan kakinya di lembah itu.

Salah satu kewisesan Beliau adalah kemampuan supranatural yang tidak dimiliki oleh banyak orang saat itu. Satu kejadian yang dicatat oleh masyarakat di mana Beliau mendirikan pesramannya hingga kini adalah, peristiwa ketika pertama kali Beliau dan murid-muridnya tiba dilembah itu, semua murid merasakan kecapean dan kehausan, semua perbekalan air habis, mereka berusaha mencari sumber air ditempat itu tidak satupun yang menemukannya. Melihat kondisi para muridnya yang sudah hampir kehabisan tenaga, Sang Wiku kemudian duduk bersila mengucapkan doa mantra, sambil menancapkan tongkatnya.. keluarlah kemudian air dari dalam Ibu Pertiwi, daerah itu kemudian dikenal dengan nama Toya Mantra/Yeh Mantra, Toya = Yeh = Air, Mantra = Karena air keluar setelah Sang Wiku menguncarkan Mantra.

Masyarakat menyebut Beliau sebagai Pandita Sakti, Pandita = Beliau yang mahir dalam sastra agama dan telah mencapai pencerahan, melewati proses dwijati yaitu lahir dua kali, pertama lahir dari rahim sang Ibu, kedua lahir dari Sang Nabe,karena kemampuan Beliau dalam memahami sastra agama dan ilmu-ilmu duniawi. Beliau selalu membimbing masyarakatnya untuk menjadi orang baik, mengajarkan cara pemecahan masalah yang sistematis dan metodis, dan mampu menjadi penerang bagi mereka yang kegelapan. Sakti=Karena kemampuan Beliau yang luar biasa dalam mewujudkan sesuatu yang sulit dijangkau dengan akal.Tak heran bila banyak sekali orang datang dari berbagai daerah berguru padanya.

Suatu hari Beliau sedang memberikan pelajaran pada murid-muridnya tentang apa arti sepiritual yang sesungguhnya. Beliau minta pada para murid-murid senior untuk menyiapkan kopi Bali, yang konon rasanya sangat luar biasa enaknya, entah bagaimana cara para muridnya mengolah kopi tersebut, sehingga bisa memberikan cita rasa yang sungguh beda, mungkin semacam kopi robusta olah basah atau semacam star buck / cappocino jaman sekarang, biasanya kopi ini dihidangkan hanya pada orang tertentu dan pada waktu tertentu saja.

Kopi telah siap terhidang dalam ruangan yang sangat indah, seperti biasa Sang Guru duduk di pelataran Pesraman ditemani beberapa muridnya. Datanglah kemudian serombongan orang yang ingin menimba ilmu pengetahuan dan agama.

Sang Pandita sambil tersenyum manis memandang ke seluruh orang yang datang, dengan lembut Beliau menyapa: "Apakah ananda pernah ke sini sebelumnya…?"
"Sudah Guru" jawab sang pendatang, "Silahkan ke dalam dan minum kopi"

Orang kedua melangkah maju, kembali sang guru bertanya: "Apakah ananda pernah ke sini sebelumnya…?"
"Ini yang pertama kali Guru", "Silahkan ke dalam dan minum kopi"

Orang ketiga melangkah maju, kembali sang guru bertanya: "Apakah ananda pernah kesini sebelumnya.. ?
"Ya Guru ini yang ketiga kali, "Silahkan ke dalam dan minum kopi"

Seorang murid yang dari tadi memperhatikan tindakan gurunya, bergumam keheranan; "Tindakan guru aneh hari ini…yang pernah kesini diberi minum kopi istimewa, Yang Belum pernah ke sini juga diberi minun kopi istimewa… Apa-apaan ini…?"

Dengan lembut sang Pandita mendekati sang murid dan berkata; "Anakku… dalam hidup ini kita jangan membeda-bedakan orang karena apapun, perlakukan semua orang dengan sama, tidak mengistimewakan si A dan si B, karena semua manusia adalah utama… mereka semua tamu kita, tidak perduli dia sudah pernah kesini ataupun belum…". Ingatlah selalu Tat Tvam Asi dan Vasudaiva Kutum Bakam

Tat Twam Asi = Kamu adalah aku, Aku adalah kamu. Kalo aku melayanimu dengan istimewa, sama dengan aku melayani diriku dengan istimewa

Vasudaiva Kutum Bakam = Semua manusia dilahirkan bersaudara. Mereka adalah semua saudara kita..

http://singaraja. wordpress.com

Made M.
Abu Dhabi

Reaksi Dari Ketulusan



Disarikan dari  berbagai sumber  oleh: seorang pengembara pencari amrtha

Om Swastyastu Salam Kasih

Ada dua orang yang berrsahabat hidup di sebuah kota yang cukup terkenal, mereka telah lulus dari sebuah ashram yang ada di kota itu

Masing-masing dari mereka telah bekerja dan berumah tangga, seorang dari mereka menjadi petani bersahaja, dan seorang lagi menjadi pengusaha.

Suatu hari mereka berjumpa dan mengungkapkan kerinduannya terhadap guru dan asrham dimana mereka pernah menuntut ilmu, dan akhirnya mereka sepakat dalam waktu dekat ini untuk berkunjung ke asrham .

Setibanya di rumah mereka menceritakan niatnya kepada keluarga untuk mengunjungi guru dan asrhamnya, istri dan anak-anaknya sangatlah gembira mendengar hal ini.

Si petani dengan penuh semangat mencabut beberapa pohon singkong yang ada di kebunnya lalu dibersihkan dan diikatnya dengan rapi, kemudian mengajak keluarganya pergi menemui gurunya di asrham.

Setibanya di asrhram mereka disambut & dilayani dengan ramah, mereka terlihat riang sekali setelah sekian lama tidak berjumpa. Si petani juga menyerahkan guru daksina berupa singkong yang dihasilkan dari kebunnya.

Setelah sekian lama di asrham tiba saatnya si petani ini kembali ke rumah karena hari memang sudah sore, lalu gurunya memberikannya dua ekor kambing jantan dan betina. " semoga dengan ini kalian akan menjadi lebih baik" pesan gurunya…!

Di tengah perjalanan pulang si petani bertemu dengan sahabatnya yang pengusaha itu.  Si petani menceritakan bahwa mereka baru saja pulang dari asrham dan kambing yang mereka bawa adalah pemberian gurunya.

Si pengusaha bertanya " memangnya kalian membawa apa ke asrham kok  guru sampai memberimu dua ekor kambing ?" "kami hanya membawa singkong hasil kebun…….kalau ditimbang paling-paling ada lima kilogram……jawab si petani dengan lugu"

Begitu ya……sambung si pengusaha. Setelah itu akhirnya mereka berpisah kembali ke rumah masing-masing. Setibanya di rumah si petani bersyukur kepada hyang widhi atas anugerah yang telah dilampahkan- nya untuk mereka.

Si pengusaha bercerita kepada istrinya kalau si petani telah diberikan dua ekor kambing oleh gurunya setelah si petani datang ke asrham membawa beberpa kilogram singkong. Dalam pikiran si pengusaha…… bawa singkong dapat kambing……..saya harus bawa kambing agar dapat kerbau………! Gumannya.

Keesokan harinya si pengusaha juga datang ke asrham dengan keluarga sembari membawa dua ekor kambing yang ia beli dari pasar. Setibanya di asrham merekapun disambut dan dilayani dengan ramah. Mereka terlibat percakapan hingga sore, dan tiba saatnya bagi mereka untuk pamit. Sambil berharap senang dan cemas…..bayangan kerbau sudah semakin jelas terppampang, yang sebentar lagi akan diberikan gurunya……

Kemudian gurunya berkata: " anakku di asrham tidak ada apa-apa tapi saya berikan ini semoga kalian berbahagia"  lalu gurunya memberikan  bungkusan yang didalamnya berisi singkong.

Renungan:

Barang siapa yang dengan penuh bhakti berbuat dan  memuja tuhan dengan tulus dan ikhlas….tuhan akan melindungi apa yang menjadi milikinya dan akan melimpahkan karunia yang berlimpah kepada bhakta-nya

Tetapi yang berbuat karena motif akan pahala belaka, tanpa melandasinya dengan hati yang suci niscaya mereka hanya akan menuai kekecewaan dan penderitaan

Kerahkan seluruh raga untuk bekerja tapi jangan jauhkan hati dengan tuhan (Your hand on work  but your heart on god)

Memang………susah………berat………. Berbuat tulus tapi  jika kamu tidak mulai hari ini……….kapan lagi…? Let's        do    for      it…!! 

Awighnamastu. .!!

 
Thanks,
Yans Sudiarsa-

 

NO TELPON HANTU


Masyarakat di daerah bekasi di hebohkan dengan isu tentang no telepon yang ketika kita telpon, akan terdengan suara rintihan meminta tolong dari seorang gadis yang terperangkap ke alam gaib dan berubah menjadi kuntilanak,

menurut cerita masyarakat yang saya mintai info, sosok yang ada di telpon tersebut adalah seorang gadis yang terjebak / terperangkap ke dalam dunia alam gaib,

ketika orang tua nya mengikuti ritual ilmu hitam demi mendapatkan pengasihan dengan cara memakai baju tertentu,

ketika gadis tersebut sepulang sekolah, ingin sholat, dia membuka lemari dan mengambil baju yang ia pikir adalah mukena, ternyata itu adalah baju untuk mengikuti ritual ilmu hitam orang tua nya,

dan juga masih menurut cerita masyarakat, orang tua si gadis ini mengadakan sayembara, barang
Yudis putu: Masyarakat di daerah bekasi di hebohkan dengan isu tentang no telepon yang ketika kita telpon, akan terdengan suara rintihan meminta tolong dari seorang gadis yang terperangkap ke alam gaib dan berubah menjadi kuntilanak,

menurut cerita masyarakat yang saya mintai info, sosok yang ada di telpon tersebut adalah seorang gadis yang terjebak / terperangkap ke dalam dunia alam gaib,

ketika orang tua nya mengikuti ritual ilmu hitam demi mendapatkan pengasihan dengan cara memakai baju tertentu,

ketika gadis tersebut sepulang sekolah, ingin sholat, dia membuka lemari dan mengambil baju yang ia pikir adalah mukena, ternyata itu adalah baju untuk mengikuti ritual ilmu hitam orang tua nya,

dan juga masih menurut cerita masyarakat, orang tua si gadis ini mengadakan sayembara, barangsiapa 

Yudis putu: yg berhasil mengembalikan anak nya ke dunia manusia akan di nikahkan dengan anak nya, di beri uang sejumlah 100 juta, juga sebuah mobil,

saya mencoba untuk menelepon ke no tersebut, pertama2 agak susah untuk masuk, namun setelah beberapa kali mencoba telpon saya di angkat dan langsung ada suara rintihan 'tolooonggg,,,,,, tolooooongggg,,,, lepasin akuuu,,,,,'

saya sempat merinding ketika mendengar suara tersebut, namun setelah berkali2 mencoba telpon lagi, sudah agak berani hehehehe..

saya tidak tahu, apakah ini adalah rekaman telepon, atau ini adalah akal2an operator kartu tersebut.

anda ingin mencoba?.. ini nomor nya 08777 115 7048

saya tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi selanjut nya.
use t: berani coba?
 
Thanks,
Yans Sudiarsa-


KANCIL DAN KERA

Nostalgia Kancil ngerjain Kera yang pelit

Di tengah-tengah kebun pisang Si Kancil duduk merenung. Di tahun enam puluhan dia pernah bertemu dengan Kera di kebun tersebut. Pada waktu itu dirinya yang sedang kelaparan dan bingung, karena tidak dapat memanjat pohon dan mengambil buah pisang, padahal tandan pisang amat banyak menggantung di banyak pohon. Pada waktu tersebut Kera sedang menikmati buah pisang di atas pohon dan tidak mau membaginya, dia hanya melemparkan sisa kulit pisang ke bawah. Si Kancil tertawa sendiri, dia ingat bagaimana dia mengumpulkan kerikil dan mulai melempari Kera dengan kerikil-kerikil. Kera yang marah membalas dengan benda apa saja yang dia peroleh di atas pohon. Karena di atas pohon yang ada hanya buah-buah pisang, maka buah-buah pisang itulah yang dilemparkan Kera kepada Si Kancil. Dengan menggunakan tipu muslihatnya Si Kancil dapat memperoleh pisang-pisang tanpa harus memanjat. Si Kancil merasa puas dapat melempari Kera yang pelit dan memperoleh pisang tanpa memanjat. Akan tetapi itu adalah kisah zaman dahulu. Tiba-tiba Si Kancil ingat cerita Wahyu Cakraningrat……

 Kelemahan yang menyebabkan perginya Wahyu Cakraningrat

Wahyu Cakraningrat adalah wahyu 'wijining ratu', wahyu pewaris raja. Alkisah banyak pemuda mencari wahyu cakraningrat agar keturunannya dapat  menjadi raja. Disebutkan ada tiga pemuda yang mencari Wahyu Cakraningrat: Raden Abimanyu, Ksatria Plangkawati putra Raden Arjuna dengan Dewi Wara Subadra; Raden Samba Wisnubratha, Ksatria Parang Garuda, putra Prabu Kresna dengan Dewi Jembawati; serta Raden Lesmana Mandrakumara, Ksatria Sarojabinangun, putra Prabu Suyudana dengan Dewi Banowati.

Ketiganya bertapa di Alas Krendhawahana, sebuah hutan 'gung liwang liwung, gawat keliwat-liwat, janma mara janma mati, sato mara sato mati', daerah angker tempat Bathari Durga bersemayam, makhluk apa pun yang masuk akan mati. Raden Abimanyu berangkat ke lokasi dikawal oleh panakawan: Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Raden Samba Wisnubratha dikawal oleh pamannya, Arya Setyaki dan Patih Udawa. Raden Lesmana Mandrakumara dikawal oleh sepasukan prajurit Kerajaan Astina, lengkap dengan perbekalan, koki-juru masak dan persenjataan.

Pertama kali Raden Abimanyu ditakut-takuti para jin dan demit yang mengganggu orang-orang yang bertapa. Ini adalah lambang bahwa seseorang yang menempuh laku akan ditakut-takuti kecemasan batin. Raden Abimanyu tetap tenang sampai jin dan demit pergi sendiri. Selanjutnya muncul sepasang raksasa yang mengamuk bernama Maling Raga dan Maling Sukma. Kedua raksasa itu pun berperang tanding melawan Abimanyu. Keduanya tewas terkena panah sakti Abimanyu. Jasad Maling Raga berubah menjadi Bathara Indra, dan jasad Maling Sukma berubah menjadi Bathara Kamajaya. Kedua dewa itu pun memberikan banyak petuah, bagaimana caranya agar Abimanyu berhasil mendapatkan Wahyu Cakraningrat. Sesuatu yang mengancam dan menakutkan pada saat melakukan 'laku' ternyata di kemudian hari membawa hikmah yang besar.

Alkisah, pada suatu tengah malam, terlihat seberkas sinar yang sangat terang berkeliling di atas Alas Krendhawahana. Sinar itu tak lain adalah Wahyu Cakraningrat yang tengah mencari 'wadah', pemuda yang sanggup menerimanya. Pertama-tama, Wahyu Cakraningrat "masuk" ke dalam diri raden Lesmana Mandrakumara. Merasa kemasukan wahyu, ia pun menyudahi tapanya. Dia sangat girang dan  berpesta pora merayakannya bersama para prajurit Korawa. Mereka mabok kelezatan makanan dan minuman. Tingkat kesadaran Raden Lesmana Mandrakumara masih di cakra bawah, cakra makan minum, sehingga Sang Wahyu Cakraningrat tidak dapat bertahan lama. Hawa nafsu makan dan minum Raden Lesmana Mandrakumara membuat suasana panas dan Wahyu pergi ke luar.

Selanjutnya Wahyu Cakraningrat mencoba "masuk" ke dalam jasad Raden Samba Wisnubratha. Merasa kemasukan wahyu, dia pun menyudahi tapanya. Bathari Durga tidak berkenan dengan hal tersebut dan mengubah dirinya menjadi bidadari yang cantik jelita. Dia pun menggoda Raden Samba.  Raden Samba Wisnubratha terpengaruh dan tergoda. Dia pun mencumbu dan memperlakukan si wanita itu layaknya istri sendiri. Akibatnya sangat fatal, Wahyu Cakraningrat yang berada dalam tubuhnya seketika keluar dan melesat, mencari pertapa yang lain. Prabu Kresna adalah seorang avatar bijak, akan tetapi genetik yang menurun ke putranya adalah genetik suka wanita, yang menjadi kelemahan Raden Samba. Pusat kesadaran Raden Samba masih di cakra seks, energinya masih cair dan selalu bergerak ke bawah menuju cakra kedua.

Kemudian Wahyu Cakraningrat "masuk" ke dalam tubuh Raden Abimanyu. Merasa kemasukan wahyu, ksatria putra Raden Arjuna ini pun merasa sangat bersyukur kepada Gusti.. Mengetahui momongannya kemasukan wahyu, Semar pun mewanti-wanti agar Raden Abimanyu semakin berhati-hati. Semar adalah pemandu manusia yang bijak, mereka yang mengikuti perintahnya akan selamat. Ketika bidadari jelmaan Bathari Durga menggodanya, Raden Abimanyu pun selalu menghindar meski si wanita terus-menerus mengejarnya. Melihat momongannya dalam kesulitan, Semar segera membantu. Dia menghajar Sang Bidadari habis-habisan. Tiba-tiba, si wanita cantik itu berubah wujud aslinya sebagai Bathari Durga yang bersegera mohon maaf dan menghilang. Guru, dalam hal ini Semar, Sang Pemandu mempunyai pengaruh luar biasa terhadap muridnya. Keyakinan seorang murid terhadap Gurunya akan menyelamatkannya. Di kemudian hari Raden Abimanyu menurunkan putra Raden Parikesit yang menjadi raja Hastina paska perang Bharatayudha ………..

Pada zaman dahulu kelemahan Kera adalah obsesinya terhadap makanan. Kera adalah binatang yang mempunyai sifat, terampil, lincah, sederhana, kuat dan patuh terhadap majikannya, hanya mereka akan kembali ke sifat asalnya ketika berada dalam kelompoknya. 'Sangha', persaudaraan para peniti jalan kebenaran sangat penting agar seseorang yang masih mempunyai sifat ke-kera-an tidak terseret ke dalam kesadaran rendah.

Pertemuan dengan Kera

Pada masa kini Kera hanya ada di tempat pariwisata dan di hutan……. Tiba-tiba kancil mendengar bunyi tabuhan dan kelihatan……… seekor kera masa kini yang sudah bersahabat dengan manusia.

Seekor monyet memakai celana blue jean overall, berkacamata hitam, dengan topi di kepala, dan tas sekolah dipunggungnya, mengayuh sepeda kecil dengan dada dibusungkan. Dengan penampilan luar sesuai tradisi manusia, mungkin dia sudah merasa sebagai manusia. Bunyi gendang, tepuk tangan dan sorak sorai penonton, membuat dia semakin yakin bahwa dirinya adalah manusia yang sedang menari. Tetapi……….. ketika ada kacang disebarkan didepannya, dia lupa persepsinya sebagai manusia, di-'rayuk'-nya kacang tersebar, didekap dan dimakannya sendiri sambil berjalan.                

Memperhatikan tingkah Topeng Monyet, Si Kancil sadar, ternyata Kera masa kini masih terobsesi dengan makanan, dan walau mempunyai fasilitas hidup lebih baik masih juga terobsesi dengan perhatian orang banyak, obsesi untuk menjadi yang ternama.  Si Kancil juga melakukan perenungan apakah mereka yang merasa sebagai manusia, tetapi begitu dihadapkan pada kesukaan dan kenikmatan di depan mereka, lantas mereka pun tidak berbeda dengan Topeng Monyet, dan muncul sifat-sifat aslinya. Apakah setelan jas dan dasi, peci, batik, baju koko, jilbab serta seragam korpri hanya penampilan luarnya saja, dan ketika ketika ada fulus manusia berebut tanpa etika?

Seekor kera yang sudah terbelenggu dengan perannya sebagai topeng monyet sudah sulit diberi tahu tentang bahagianya kebebasan seperti yang dialami Si Kancil. Manusia yang sudah terbelenggu dengan perannya di dunia ilusi juga  sulit memahami tentang hakikat kebebasan.

Si Kancil dengan mengendap-endap meninggalkan kebun pisang……………….Si Kancil sangat bersyukur bahwa dia telah bertemu Sang Gajah, pemandu di hutan belantara Nusantara. Dirinya telah berubah, walau masih sedikit perubahannya, dia sudah tidak seperti Kera yang nampaknya akan sulit bertemu dengan Sang Gajah. "Aku tidak akan melepaskan diri dari Sang Gajah". Tiba-tiba Si Kancil ingat pesan sang Gajah:"Keberadaan akan memberi segala macam kemudahan, bila kau selaras dengan kehendak-Nya. Bagaimana menyelaraskan diri? Berkaryalah tanpa pamrih!"……………… "Menyadari kelemahan diri adalah anak tangga pertama menuju pemberdayaan diri. Karena hanyalah mereka yang menyadari kelemahannya yang akan berupaya untuk mengatasinya pula"……………"Menyadari kelemahan diri adalah anak tangga pertama menuju pemberdayaan diri. Karena hanyalah mereka yang menyadari kelemahannya yang akan berupaya untuk mengatasinya pula"

 

Thanks,

Yans Sudiarsa-


Dementor

Buat para penggemar serial Harry Potter pasti tau tentang Dementor. Digambarkan oleh tokoh Lupin bahwa Dementor adalah...

"Dementors are among the foulest creatures that walk this earth. They infest the darkest, filthiest places, they glory in decay and despair, they drain peace, hope, and happiness out of the air around them... Get too near a Dementor and every good feeling, every happy memory will be sucked out of you. If it can, the Dementor will feed on you long enough to reduce you to something like itself...soul- less and evil. You will be left with nothing but the worst experiences of your life." [harry potter wikia]

Atau dengan kata lain, Dementor punya kemampuan menyedot semangat hidup manusia sampe bisa jadi putus asa.

Belakangan ini, gue menemukan bahwa ternyata Dementor bukan cuma ada dalam fiksi. Repotnya, Dementor di dunia nyata lebih sulit dikenali. Kalo di cerita Harry Potter Dementor muncul dalam sosok yang mengerikan, berkulit kelabu dengan jari-jari kurus seperti kerangka, di dunia nyata mereka tampil seperti orang biasa. Mereka bisa aja duduk di sebelah lo di kantin, berdiri di belakang lo waktu ngantri karcis busway.

Persis seperti dalam cerita Harry Potter, berdekatan dengan para Dementor bisa bikin lo tiba-tiba merasa suram, putus asa, hidup tiada guna, negara serasa mau bangkrut, kiamat seakan minggu depan, kerja kayak nggak ada gunanya, dsb dsb. Pada stadium lanjutan, infeksi Dementor bisa mengakibatkan timbulnya rasa curiga kalo orang lain berhasil, sirik kalo liat orang lain senang, bahkan terasa dorongan ingin nyabot sukses orang.

 


Kenapa kita sebaiknya jangan sampe ketularan jadi Dementor?

Karena nggak ada orang yang seneng denger keluhan, termasuk diri kita sendiri. Semakin banyak lo mengeluh, semakin lo benci sama diri sendiri.. Semakin lo benci sama diri sendiri, lo semakin yakin bahwa diri lo nggak berguna. Semakin lo yakin diri lo nggak berguna, semakin tertutup jalan untuk hidup lebih baik.


Kenali Dementor sejak dini

Dementor sejati nggak pernah bisa menyembunyikan sifat aslinya. Ciri-ciri yang paling gampang dikenali adalah:

1. Frekuensi curhat yang sangat tinggi, dengan topik masalah pribadi yang seolah penting banget untuk diketahui semua orang, dan nggak ada solusinya.


Yang paling mengganggu dari kebiasaan Dementor yang satu ini adalah, mereka bisa bikin sebuah acara ngumpul yang tadinya 'seru' dan 'hore' jadi ngedrop dengan curhatan-curhatanny a.

Contoh:

"Eh si X baru beli HP lho!" kata seseorang
"Oh ya, apa merknya?" sambut yang lain antusias
"Sony Ericsson, kalo nggak salah"
"SE?! Wah siap-siap aja tuh, kan batrenya cepet bocor. Nih gue pake SE baru sebentar udah rese gini batrenya... blablabla... mana harga jualnya cepet jatuh... blablabla... mau beli lagi nggak ada duit... blablabla... apa-apa sekarang mahal... blablabla... gaji nggak naik-naik..."

Pokoknya begitu si Dementor angkat bicara, semua yang hadir tiba-tiba merasa suntuk, lesu, nggak bergairah. Atau dengan kata lain, ya itu tadi: ngedrop.

2. Dementor selalu mampu melihat sisi jelek dari segala sesuatu, nggak peduli sebagus apapun keadaannya.


Kalo mau dibilang sebagai 'bakat', memang kemampuan Dementor yang satu ini nggak dimiliki kebanyakan orang. Saat semua orang terkagum-kagum atas kehebatan sesuatu, para Dementor dengan kejelian yang luar biasa selalu mampu menemukan celanya.

Contoh:

"Gue kemarin ketemu sama suaminya Ibu X. Ya ampun, orangnya ganteng sekali ya... udah gitu keliatannya baik, lagi."
"Iya, gue juga pernah ketemu. Dia juga setia, lho..."
"Jangan lupa, pinter pulak. Kalo nggak salah dia lulusan terbaik waktu kuliah dulu."
"Pantesan karirnya juga bagus, ya. Sekarang posisinya udah lumayan tinggi, kan ?"
"...kalo tidur pasti ngorok kaya babi,"
kata sang Dementor merusak suasana.

3.Dementor senang membandingkan diri dengan lawan bicara, sedemikian rupa sehingga dirinya terdengar jauh lebih apes, dan akhirnya lawan bicara menjadi sungkan.


Contoh:

"Hai, gue denger abis pindah rumah ya?"
"Iya nih, biasa... pinjeman dari kantor..."
"Ih enak ya, kantornya ngasih pinjemen rumah.. gue dong masih ngontrak mulu...."

"Oh..."
"Mana gaji nggak naik-naik, buat bayar kontrakan aja udah ngepas, gimana mau nabung buat beli rumah?"

"Ehm... tapi..."
"Udah mana sekarang BBM naik, apa-apa ikut naik, makin cekak aja deh rasanya... Kalo elu kan enak, gaji gede, fasilitas banyak..."

"Eh... permisi dulu ya, mau gantung diri dulu bentar boleh?"

4. Dementor gemar mematikan semangat orang lain.


Seperti pasukan pemadam kebakaran ngeliat api, semakin besar apinya, semakin giat upayanya untuk memadamkan.

Contoh:

"Gue mau coba bisnis baru nih!"
"Bisnis apa?"
"Jualan baju anak-anak"
"Yahhh... hari gini jualan baju! Nggak liat tuh, di ITC yang jualan baju udah segambreng?"

"...tapi koleksi gue unik-unik lho! Lain daripada yang lain deh!"
"Alaaah... unik kaya apa sih, paling sebentar lagi juga pasaran. Liatin aja!"

"Euh... gue juga berencana ngikutin perkembangan tren lho..."
"Emangnya lu kira gampang? Gue pernah tuh, coba jualan baju kayak elu. Awalnya semangat, eh terakhirnya malah rugi. Mana barang dagangan dibawa kabur orang..."
dst dst dst.


Checklist Dementor

Sedangkan bagi kalian yang selama ini telah menjadi Dementor tapi nggak menyadarinya, coba teliti daftar berikut. Kalo kalian merasa setuju dengan 5 pernyataan atau lebih, hati-hati, kalian sedang menjelma menjadi Dementor. Segeralah minta pertolongan profesional, sebelum terlambat.

  • Sebagian besar orang lebih beruntung dari gue
  • Nggak ada orang yang bisa hidup layak dengan gaji sekecil gue
  • Semakin lama, kondisi perekonomian semakin buruk. Gue nggak tau bulan depan masih bisa hidup atau enggak
  • Gue nggak tau gue ingin jadi apa
  • Gue benci sama kantor gue, tapi kalo gue resign nanti nggak ada kantor lain yang mau nerima
  • Naik pangkat? Jangan ah. Ntar kalo gagal gimana?
  • Tentu aja dia naik pangkat. Rajin jilat pantat, pasti.
  • Dari dulu memang gue ditakdirkan apes
  • Gue nggak pinter, makanya nggak bisa sukses kayak orang lain
  • Orang tua gue asal-asalan nyekolahin gue, makanya gue jadi kaya gini sekarang
  • Gue nggak kebayang gimana caranya biar bisa hidup lebih baik
  • Orang emang gampang kasih nasehat. Mereka belum ngerasain susahnya hidup gue, sih.
  • Percuma gue kerja keras, toh tiap bulan gajinya cuma segitu-segitu aja
  • Orang lain enak punya duit buat refreshing. Gue boro-boro refreshing, makan aja susah. Makanya harap maklum kalo gue stress..
  • Gue udah ketuaan untuk nyoba hal baru
  • Kenapa sih nggak ada orang yang ngertiin gue
  • Orang lain enak, punya orang tua kaya buat minjem duit kalo butuh. Giliran gue, yang ada emak gue nodong mulu buat beli beras
  • Kalo ada orang baik sama gue, pasti ada maunya
  • Boss muji gue? Pasti dia salah orang.
  • "7 Habits"-nya Steven Covey? Itu kan buatan Amerika, mana bisa berlaku di sini
  • Luna Maya aja masih ngejomblo, apalagi gue yang jelek begini
  • Emang dunia makin parah. Kucing aja makin hari makin kurang ajar.

Pesan bagi para Dementor
Tema utama hidup kalian adalah: merasa diri sebagai orang paling apes sedunia.

Padahal sekarang penduduk dunia ada 6.7 miliar orang. Jadi, lo harus mengalahkan keapesannya 6.699.999.999 orang. Itu nggak gampang, lho. Apa iya lo sehebat itu?
^_^

Ditulis oleh: Agung Mbot

Gambar dementor gue pinjem dari: foroswebgratis. com


CERITA SIANG

Dari milis tetangga :

Pada suatu hari ada seorang ibu yg baru pulang dari pasar, dia melihat ada 3 org berjanggut di halaman rumahnya,  ke 3 pria itu terlihat letih dan lapar. Ibu itu mengajak mereka masuk untuk makan, tapi mereka bertanya 'Apakah suamimu sudah pulang?' ' Belum' jawab ibu itu, 'Kalau begitu kami tidak bisa masuk'. Lalu ketiga pria berjanggut itu menunggu diluar sampai suaminya pulang.

Ketika suaminya pulang, diceritakannya tentang ketiga orang itu, suaminya menyuruh istrinya untuk mengajak ketiga orang itu masuk. Ketika Ibu itu menyuruh mereka masuk, seorang berjanggut itu berkata, 'Yg itu bernama KEKAYAAN, yg itu KESUKSESAN dan saya CINTA, kalian harus memilih salah satu dari kami untuk masuk ke dalam rumahmu, kami tidak bisa masuk bersama'. Ibu itu masuk ke dalam dan menceritakan apa yang dikatakan orang itu, suaminya berkata, 'Suruh KEKAYAAN masuk, saya ingin rumah ini penuh dengan kekayaan', tapi ibu itu berkata, lebih baik KESUKSESAN yang masuk, biar semua pekerjaan kita selalu penuh dengan kesuksesan'. Tapi anak2 mereka berkata, 'Lebih baik CINTA, biar rumah ini selalu penuh dengan cinta'. 

Akhirnya semua setuju untuk mengajak CINTA masuk. Ibu itu kembali ke depan dan berkata, 'Yg bernama CINTA silakan masuk'. Ketika orang yg bernama CINTA berjalan masuk, kedua orang yg lain mengikutinya, si ibu heran dan berkata, 'Kami hanya mengundang CINTA, kenapa kalian ikut?' Orang itu berkata, 'Kalau ibu memilih KEKAYAAN atau KESUKSESAN, kami hanya bisa berjalan sendiri2, tapi karena ibu memilih CINTA, kami berdua akan selalu mengikutinya kemanapun dia berjalan, sebenarnya kami berdua ini buta, hanya CINTA yg bisa melihat dan menuntun kami kemanapun dan kapanpun juga..'

 

Suksema,

Yans Sudiarsa-


Berteriak = Membunuh Karakter ! Mau Bukti ?

Berteriak = Membunuh Karakter ! Mau Bukti ?

Kali ini, saya ingin bercerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan. Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa? Kebisaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak.

Inilah yang mereka lakukan, dengan tujuannya supaya pohon itu mati.

Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu. Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari. Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga mulai rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan mudah ditumbangkan.

Kalau diperhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya. Akibatnya, dalam waktu singkat, makhluk hidup itu akan mati.

Nah, sekarang, Yang jelas dan perlu diingat bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya..

Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda? orang dikeliling anda atau siapapun?

Ayo cepat ! cepetaaaaaan !
Dasar lelet ! Kayak keong aja lu !
Bego banget sih ! Begitu aja nggak bisa dikerjakan ?
Jangan main-main disini ! 
Berisiiiiiiiiiik ! diem, diem,diem ! aaaaah!

Atau, mungkin Anda pun berteriak balik kepada pasangan hidup Anda karena Anda merasa sakit hati ?

suami/istri seperti kamu nggak tahu diri ! ngaca dong ngaca !
Bodoh banget jadi laki/bini nggak bisa apa-apa ! bisanya Cuma minta,minta dan minta ! 
Aduuuuh, perempuan / laki kampungan banget siiiih !? gak makan sekolahan apa ?!

Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya :

Goblok, soal mudah begitu aja nggak bisa ngerkain ! Kapan kamu jadi pinter ?!

Atau seorang atasan berteriak pada bawahannya saat merasa kesal :

?Eh tahu nggak ?! Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku nggak bakal nyesel !
Ada banyak yang bisa gantiin kamu !
Sial ! Kerja gini nggak becus ? Ngapain gue gaji elu ?

Ingatlah! Setiap kali Anda berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita cintai. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan -lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan Kita


Dalam kehidupan sehari-hari. Teriakan, hanya di berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, benar?

Nah, mengapa orang yang marah dan emosional mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak mereka dekat bahkan hanya bisa dihitung dalam centimeter ? 
Pada realitanya, meskipun secara fisik dekat tapi sebenarnya hati begitu jauh. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak! Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai serta mematikan roh orang yang dimarahi karena perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.

Jadi mulai sekarang Jika Kita tetap ingin roh pada orang yang Kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan teriakan-teriakan. Dengan berteriak kepada orang lain ada dua kemungkinan balasan yang Kita akan terima. Kita akan dijauhi atau Kita akan mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya.

 

Suksema,


Yans Sudiarsa-


CARILAH ALASAN ANDA MENJADI KAYA


Hati hatilah dengan membuat alasan, karena bila anda percaya bahwa alasan yang anda temukan dalam diri anda itu benar maka dia akan menjadi benar.


Kalau misalnya anda mencari alasan mengapa anda bisa miskin, maka akan anda temukan jawabannya dalam diri anda, dan juga sebaliknya mengapa anda layak untuk menjadi kaya.

Pernah nggak mendengarkan lagu yang sudah usang ditelinga kita namun lirik lagu itu terngiang jelas ditelinga kita "yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin." Sebenarnya kalo kita teliti yang dimaksud dengan kaya itu adalah orang yang mempunyai kebebasan finansial dalam arti mempunyai uang yang cukup.
• Apakah orang yang hidup sederhana yang semua kebutuhan hidupnya terpenuhi adalah orang kaya?
• Jawabannya adalah "ya." Karena orang yang kaya adalah pemasukannya lebih besar daripada kebutuhannya.
• Berarti orang gila kaya dong?
• Ya, orang gila adalah orang yang kaya sekali, walaupun hanya dalam pikirannya. Orang yang bersifat kaya adalah orang yang mempunyai sikap yang kaya dan mempunyai sifat yang kaya.
• Kalo mau menjadi orang yang makin kaya maka kita harus menjadi orang yang kaya dulu dong?
• Ya, benar sekali.
• Berarti kalo mau menjadi miskin maka kita harus miskin dulu?
• Ya,,,,,
• Terus orang yang sudah kaya berarti nggak bisa miskin?
• Iya bener itu….
• Jadi kenapa ada orang kaya yang bangkrut dan menjadi miskin?

Nah disinilah pokok permasalahannya. Sebenarnya yang kaya itu adalah cara berpikirnya dan bukan banyaknya uang yang dimilikinya, karena kalau dinilai dari berapa banyaknya uang yang dimilikinya maka tidak akan pernah ada orang yang jatuh miskin dan orang yang miskin tidak akan pernah ada yang menjadi kaya….

Cara berpikir miskin adalah semakin banyak uang yang dimilikinya akan semakin banyak yang keinginan yang akan dijadikanya kebutuhannya, dan seolah olah itu adalah kebutuhan wajib dari orang kaya. Sebagai contoh bila sebelumnya hanya punya uang seratus juta maka dia akan menjadikan keinginannya mempunyai rumah atau mobil yang sederhana akan menjadi kebutuhan baginya. Bila uangnya meningkat, maka gaya hidupnypun akan jadi meningkat, yang biasanya belanja dipasar tradisional maka dia akan mulai belanja di supermarket.

Semakin bertambah uangnya dia akan semakin banyak kebutuhannya.
Sedangkan cara berpikir yang kaya adalah bila seumpamanya dia mempunyai uang seratus juta maka dia akan menginvestasikan uangnya agar terus mengalir dan mengalir kedalam rekeningnya, sehingga uangnyalah yang bekerja untuknya. Dan bila uangnya semakin bertambah maka akan semakin banyak ivestasi yang akan ditanam dan semakin banyak pula uangnya mengalir seperti air terjun.
Dibawah ini saya berikan alasan mengapa anda menjadi kaya dan miskin.
Mengapa anda miskin?

• Kalo anda bilang keturunan, kayaknya banyak anak orang yang kaya, yang mendapat warisan dari bapaknya, jatuh miskin dan melarat hidupnya berarti ini adalah alasan yang salah bahwa kemiskinan adalah faktor keturunan.
• Kayaknya yang sering menjadi orang yang miskin adalah kebodohan.
• Tidak mempunyai pengetahuan dalam mengelola uang
• Nafsu kuat tenaga kurang, maksudnya adalah orang yang mempunyai mental miskin dan akan menjadi miskin adalah orang yang lebih besar keinginan yang dijadikan kebutuhan daripada pemasukannya. Sebenarnya ini sama saja dengan, tidak mempunyai keahlian dalam mengelola keuangan.
• Berusaha tidak maksimal karena tida mempunyai sikap yang optimis
• Boros, malah disebagian kalangan beredar sebuah motto yang seharusnya penyebar motto seperti ini seharusnya ditangkap saja, "biar miskin asalkan boros." Sebenarnya yang lucu bukanlah mottonya tetapi kelakuannya.
• Tidak mempunyai jaringan kerja. Atau bisa disebutkan bahwa kurangnya bergaul atau tidak mempunyai teman atau lingkungan yang mendukung untuk kaya.

Kalau kita cari alasannya yang lain, maka akan ketemu banyak banget dan beragam ragam alasan yang bisa ditemukan dengan mudah bahkan tanpa harus menggunakan otak kita.
============================================
SEMUA BERAWAL DARI SATU KATA YAITU PIKIRAN
 

Suksema,


*****
Kiriman milis dari: Yansu
Gambar dipinjam dari: http://www.gettyimages.com

Sebuah Cerita


"SHI SANG CE YOU MAMA HAU (DUNIA INI, HANYA SEORANG IBU YG BAIK)"

Cintailah Mama Kita Sebagaimana Kita Mencintai Diri Kita 

Alkisah, ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Sang pria berasal dari keluarga kaya, dan merupakan orang yang terpandang di kota tersebut. Sedangkan sang wanita adalah seorang yatim piatu, hidup serba kekurangan, tetapi cantik, lemah lembut, dan baik hati. Kelebihan inilah yang membuat sang pria jatuh hati.

Sang wanita hamil di luar nikah. Sang pria lalu mengajaknya menikah, dengan membawa sang wanita ke rumahnya. Seperti yang sudah mereka duga, orang tua sang pria tidak menyukai wanita tersebut. Sebagai orang yang terpandang di kota tersebut, latar belakang wanita tersebut akan merusak reputasi keluarga. Sebaliknya, mereka bahkan telah mencarikan jodoh yang sepadan untuk anaknya. Sang pria berusaha menyakinkan orang tuanya, bahwa ia sudah menetapkan keputusannya, apapun resikonya bagi dia.

Sang wanita merasa tak berdaya, tetapi sang pria menyakinkan wanita tersebut bahwa tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Sang pria terus berargumen dengan orang tuanya, bahkan membantah perkataan orangtuanya, sesuatu yang belum pernah dilakukannya selama hidupnya (di zaman dulu, umumnya seorang anak sangat tunduk pada orang tuanya).

Sebulan telah berlalu, sang pria gagal untuk membujuk orangtuanya agar menerima calon istrinya. Sang orang tua juga stress karena gagal membujuk anak satu-satunya, agar berpisah dengan wanita tersebut, yang menurut mereka akan sangat merugikan masa depannya.

Sang pria akhirnya menetapkan pilihan untuk kawin lari. Ia memutuskan untuk meninggalkan semuanya demi sang kekasih. Waktu keberangkatan pun ditetapkan, tetapi rupanya rencana ini diketahui oleh orang tua sang pria. Maka ketika saatnya tiba, sang orangtua mengunci anaknya di dalam kamar dan dijaga ketat oleh para bawahan di rumahnya yang besar.

Sebagai gantinya, kedua orang tua datang ke tempat yang telah ditentukan sepasang kekasih tersebut untuk melarikan diri. Sang wanita sangat terkejut dengan kedatangan ayah dan ibu sang pria. Mereka kemudian memohon pengertian dari sang wanita, agar meninggalkan anak mereka satu-satunya. Menurut mereka, dengan perbedaan status sosial yang sangat besar, perkawinan mereka hanya akan menjadi gunjingan seluruh penduduk kota, reputasi anaknya akan tercemar, orang-orang tidak akan menghormatinya lagi. Akibatnya, bisnis yang akan diwariskan kepada anak mereka akan bangkrut secara perlahan-lahan.

Mereka bahkan memberikan uang dalam jumlah banyak, dengan permohonan agar wanita tersebut meninggalkan kota ini, tidak bertemu dengan anaknya lagi, dan menggugurkan kandungannya. Uang tersebut dapat digunakan untuk membiayai hidupnya di tempat lain.

Sang wanita menangis tersedu-sedu. Dalam hati kecilnya, ia sadar bahwa perbedaan status sosial yang sangat jauh, akan menimbulkan banyak kesulitan bagi kekasihnya. Akhirnya, ia setuju untuk meninggalkan kota ini, tetapi menolak untuk menerima uang tersebut. Ia mencintai sang pria, bukan uangnya. Walaupun ia sepenuhnya sadar, jalan hidupnya ke depan akan sangat sulit?.

Ibu sang pria kembali memohon kepada wanita tersebut untuk meninggalkan sepucuk surat kepada mereka, yang menyatakan bahwa ia memilih berpisah dengan sang pria. Ibu sang pria kuatir anaknya akan terus mencari kekasihnya, dan tidak mau meneruskan usaha orang tuanya. "Walaupun ia kelak bukan suamimu, bukankah Anda ingin melihatnya sebagai seseorang yang berhasil? Ini adalah untuk kebaikan kalian berdua", kata sang ibu.

Dengan berat hati, sang wanita menulis surat. Ia menjelaskan bahwa ia sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan sang pria. Ia sadar bahwa keberadaannya hanya akan merugikan sang pria. Ia minta maaf karena telah melanggar janji setia mereka berdua, bahwa mereka akan selalu bersama dalam menghadapi penolakan-penolakan akibat perbedaan status sosial mereka. Ia tidak kuat lagi menahan penderitaan ini, dan memutuskan untuk berpisah.

Tetesan air mata sang wanita tampak membasahi surat tersebut. Sang wanita yang malang tersebut tampak tidak punya pilihan lain. Ia terjebak antara moral dan cintanya. Sang wanita segera meninggalkan kota itu, sendirian. Ia menuju sebuah desa yang lebih terpencil. Disana, ia bertekad untuk melahirkan dan membesarkan anaknya.

Detik .. Menit …. Jam …. Hari …. Minggu ………Tahun …… Tak terasa Tiga tahun telah berlalu. Ternyata wanita tersebut telah menjadi seorang ibu. Anaknya seorang laki-laki. Sang ibu bekerja keras siang dan malam, untuk membiayai kehidupan mereka. Di pagi dan siang hari, ia bekerja di sebuah industri rumah tangga, malamnya, ia menyuci pakaian2 tetangga dan menyulam sesuai dengan pesanan pelanggan. Kebanyakan ia melakukan semua pekerjaan ini sambil menggendong anak di punggungnya. Walaupun ia cukup berpendidikan, ia menyadari bahwa pekerjaan lain tidak memungkinkan, karena ia harus berada di sisi anaknya setiap saat.

Tetapi sang ibu tidak pernah mengeluh dengan pekerjaannya. Di usia tiga tahun, suatu saat, sang anak tiba-tiba sakit keras. Demamnya sangat tinggi. Ia segera dibawa ke rumah sakit setempat. Anak tersebut harus menginap di rumah sakit selama beberapa hari. Biaya pengobatan telah menguras habis seluruh tabungan dari hasil kerja kerasnya selama ini, dan itupun belum cukup. Ibu tersebut akhirnya juga meminjam ke sana-sini, kepada siapapun yang bermurah hati untuk memberikan pinjaman.

Saat diperbolehkan pulang, sang dokter menyarankan untuk membuat sup ramuan, untuk mempercepat kesembuhan putranya. Ramuan tersebut terdiri dari obat-obatan herbal dan daging sapi untuk dikukus bersama. Tetapi sang ibu hanya mampu membeli obat-obat herbal tersebut, ia tidak punya uang sepeserpun lagi untuk membeli daging. Untuk meminjam lagi, rasanya tak mungkin, karena ia telah berutang kepada semua orang yang ia kenal, dan belum terbayar.

Ketika di rumah, sang ibu menangis. Ia tidak tahu harus berbuat apa, untuk mendapatkan daging. Toko daging di desa tersebut telah menolak permintaannya, untuk bayar di akhir bulan saat gajian. Diantara tangisannya, ia tiba-tiba mendapatkan ide. Ia mencari alkohol yang ada di rumahnya, sebilah pisau dapur, dan sepotong kain. Setelah pisau dapur dibersihkan dengan alkohol, sang ibu nekad mengambil sekerat daging dari pahanya. Agar tidak membangunkan anaknya yang sedang tidur, ia mengikat mulutnya dengan sepotong kain. Darah berhamburan. Sang ibu tengah berjuang mengambil dagingnya sendiri, sambil berusaha tidak mengeluarkan suara kesakitan yang teramat sangat?..

Hujan lebatpun turun. Lebatnya hujan menyebabkan rintihan kesakitan sang ibu tidak terdengar oleh para tetangga, terutama oleh anaknya sendiri. Tampaknya langit juga tersentuh dengan pengorbanan yang sedang dilakukan oleh sang ibu ………… .

Enam tahun telah berlalu, anaknya tumbuh menjadi seorang anak yang tampan, cerdas, dan berbudi pekerti. Ia juga sangat sayang ibunya. Di hari minggu, mereka sering pergi ke taman di desa tersebut, bermain bersama, dan bersama-sama menyanyikan lagu "Shi Sang Chi You Mama Hau" (terjemahannya "Di Dunia ini, hanya ibu seorang yang baik").

Sang anak juga sudah sekolah. Sang ibu sekarang bekerja sebagai penjaga toko, karena ia sudah bisa meninggalkan anaknya di siang hari. Hari-hari mereka lewatkan dengan kebersamaan, penuh kebahagiaan. Sang anak terkadang memaksa ibunya, agar ia bisa membantu ibunya menyuci di malam hari. Ia tahu ibunya masih menyuci di malam hari, karena perlu tambahan biaya untuk sekolahnya. Ia memang seorang anak yang cerdas. Ia juga tahu, bulan depan adalah hari ulang tahun ibunya. Ia berniat membelikan sebuah jam tangan, yang sangat didambakan ibunya selama ini. Ibunya pernah mencobanya di sebuah toko, tetapi segera menolak setelah pemilik toko menyebutkan harganya. Jam tangan itu sederhana, tidak terlalu mewah, tetapi bagi mereka, itu terlalu mahal. Masih banyak keperluan lain yang perlu dibiayai.

Sang anak segera pergi ke toko tersebut, yang tidak jauh dari rumahnya. Ia meminta kepada kakek pemilik toko agar menyimpan jam tangan tersebut, karena ia akan membelinya bulan depan. "Apakah kamu punya uang?" tanya sang pemilik toko. "Tidak sekarang, nanti saya akan punya", kata sang anak dengan serius.

Ternyata, bulan depan sang anak benar-benar muncul untuk membeli jam tangan tersebut. Sang kakek juga terkejut, kiranya sang anak hanya main-main. Ketika menyerahkan uangnya, sang kakek bertanya "Dari mana kamu mendapatkan uang itu? Bukan mencuri kan?". "Saya tidak mencuri, kakek. Hari ini adalah hari ulang tahun ibuku. Saya biasanya naik becak pulang pergi ke sekolah. Selama sebulan ini, saya berjalan kaki saat pulang dari sekolah ke rumah, uang jajan dan uang becaknya saya simpan untuk beli jam ini. Kakiku sakit, tapi ini semua untuk ibuku. O ya, jangan beritahu ibuku tentang hal ini. Ia akan marah" kata sang anak. Sang pemilik toko tampak kagum pada anak tersebut.

Seperti biasanya, sang ibu pulang dari kerja di sore hari. Sang anak segera memberikan ucapan selamat pada ibu, dan menyerahkan jam tangan tersebut. Sang ibu terkejut bercampur haru, ia bangga dengan anaknya. Jam tangan ini memang adalah impiannya. Tetapi sang ibu tiba-tiba tersadar, dari mana uang untuk membeli jam tersebut. Sang anak tutup mulut, tidak mau menjawab.

"Apakah kamu mencuri, Nak?" Sang anak diam seribu bahasa, ia tidak ingin ibu mengetahui bagaimana ia mengumpulkan uang tersebut. Setelah ditanya berklai-kali tanpa jawaban, sang ibu menyimpulkan bahwa anaknya telah mencuri. "Walaupun kita miskin, kita tidak boleh mencuri. Bukankah ibu sudah mengajari kamu tentang hal ini?" kata sang ibu.

Lalu ibu mengambil rotan dan mulai memukul anaknya. Biarpun ibu sayang pada anaknya, ia harus mendidik anaknya sejak kecil. Sang anak menangis, sedangkan air mata sang ibu mengalir keluar. Hatinya begitu perih, karena ia sedang memukul belahan hatinya. Tetapi ia harus melakukannya, demi kebaikan anaknya. Suara tangisan sang anak terdengar keluar. Para tetangga menuju ke rumah tersebut heran, dan kemudian prihatin setelah mengetahui kejadiannya. "Ia sebenarnya anak yang baik", kata salah satu tetangganya.

Kebetulan sekali, sang pemilik toko sedang berkunjung ke rumah salah satu tetangganya yang merupakan familinya. Ketika ia keluar melihat ke rumah itu, ia segera mengenal anak itu. Ketika mengetahui persoalannya, ia segera menghampiri ibu itu untuk menjelaskan. Tetapi tiba-tiba sang anak berlari ke arah pemilik toko, memohon agar jangan menceritakan yang sebenarnya pada ibunya.

"Nak, ketahuilah, anak yang baik tidak boleh berbohong, dan tidak boleh menyembunyikan sesuatu dari ibunya". Sang anak mengikuti nasehat kakek itu. Maka kakek itu mulai menceritakan bagaimana sang anak tiba-tiba muncul di tokonya sebulan yang lalu, memintanya untuk menyimpan jam tangan tersebut, dan sebulan kemudian akan membelinya. Anak itu muncul siang tadi di tokonya, katanya hari ini adalah hari ulang tahun ibunya. Ia juga menceritakan bagaimana sang anak berjalan kaki dari sekolahnya pulang ke rumah dan tidak jajan di sekolah selama sebulan ini, untuk mengumpulkan uang membeli jam tangan kesukaan ibunya.

Tampak sang kakek meneteskan air mata saat selesai menjelaskan hal tersebut, begitu pula dengan tetangganya. Sang ibu segera memeluk anak kesayangannya, keduanya menangis dengan tersedu-sedu."Maafkan saya, Nak."
"Tidak Bu, saya yang bersalah"

Sementara itu, ternyata ayah dari sang anak sudah menikah, tetapi istrinya mandul. Mereka tidak punya anak. Sang orangtua sangat sedih akan hal ini, karena tidak akan ada yang mewarisi usaha mereka kelak. Ketika sang ibu dan anaknya berjalan-jalan ke kota, dalam sebuah kesempatan, mereka bertemu dengan sang ayah dan istrinya. Sang ayah baru menyadari bahwa sebenarnya ia sudah punya anak dari darah dagingnya sendiri. Ia mengajak mereka berkunjung ke rumahnya, bersedia menanggung semua biaya hidup mereka, tetapi sang ibu menolak. Kami bisa hidup dengan baik tanpa bantuanmu.

Berita ini segera diketahui oleh orang tua sang pria. Mereka begitu ingin melihat cucunya, tetapi sang ibu tidak mau mengizinkan.

Di pertengahan tahun, penyakit sang anak kembali kambuh. Dokter mengatakan bahwa penyakit sang anak butuh operasi dan perawatan yang konsisten. Kalau kambuh lagi, akan membahayakan jiwanya. Keuangan sang ibu sudah agak membaik, dibandingkan sebelumnya. Tetapi biaya medis tidaklah murah, ia tidak sanggup membiayainya. Sang ibu kembali berpikir keras. Tetapi ia tidak menemukan solusi yang tepat. Satu-satunya jalan keluar adalah menyerahkan anaknya kepada sang ayah, karena sang ayahlah yang mampu membiayai perawatannya.

Maka di hari Minggu ini, sang ibu kembali mengajak anaknya berkeliling kota, bermain-main di taman kesukaan mereka. Mereka gembira sekali, menyanyikan lagu "Shi Sang Chi You Mama Hau", lagu kesayangan mereka. Untuk sejenak, sang ibu melupakan semua penderitaannya, ia hanyut dalam kegembiraan bersama sang anak. Sepulang ke rumah, ibu menjelaskan keadaannya pada sang anak. Sang anak menolak untuk tinggal bersama ayahnya, karena ia hanya ingin dengan ibu. "Tetapi ibu tidak mampu membiayai perawatan kamu, Nak" kata ibu. "Tidak apa-apa Bu, saya tidak perlu dirawat. Saya sudah sehat, bila bisa bersama-sama dengan ibu. Bila sudah besar nanti, saya akan cari banyak uang untuk biaya perawatan saya dan untuk ibu. Nanti, ibu tidak perlu bekerja lagi, Bu", kata sang anak. Tetapi ibu memaksa akan berkunjung ke rumah sang ayah keesokan harinya. Penyakitnya memang bisa kambuh setiap saat.

Disana ia diperkenalkan dengan kakek dan neneknya. Keduanya sangat senang melihat anak imut tersebut. Ketika ibunya hendak pulang, sang anak meronta-ronta ingin ikut pulang dengan ibunya. Walaupun diberikan mainan kesukaan sang anak, yang tidak pernah ia peroleh saat bersama ibunya, sang anak menolak. "Saya ingin Ibu, saya tidak mau mainan itu", teriak sang anak dengan nada yang polos. Dengan hati sedih dan menangis, sang ibu berkata "Nak, kamu harus dengar nasehat ibu. Tinggallah di sini. Ayah, kakek dan nenek akan bermain bersamamu." "Tidak, aku tidak mau mereka. Saya hanya mau ibu, saya sayang ibu, bukankah ibu juga sayang saya? Ibu sekarang tidak mau saya lagi", sang anak mulai menangis.

Bujukan demi bujukan ibunya untuk tinggal di rumah besar tersebut tidak didengarkan anak kecil tersebut. Sang anak menangis tersedu-sedu "Kalau ibu sayang padaku, bawalah saya pergi, Bu". Sampai pada akhirnya, ibunya memaksa dengan mengatakan "Benar, ibu tidak sayang kamu lagi. Tinggallah disini", ibunya segera lari keluar meninggalkan rumah tersebut. Tampak anaknya meronta-ronta dengan ledakan tangis yang memilukan.

Di rumah, sang ibu kembali meratapi nasibnya. Tangisannya begitu menyayat hati, ia telah berpisah dengan anaknya. Ia tidak diperbolehkan menjenguk anaknya, tetapi mereka berjanji akan merawat anaknya dengan baik. Diantara isak tangisnya, ia tidak menemukan arti hidup ini lagi. Ia telah kehilangan satu-satunyanya alasan untuk hidup, anaknya tercinta.

Kemudian ibu yang malang itu mengambil pisau dapur untuk memotong urat nadinya. Tetapi saat akan dilakukan, ia sadar bahwa anaknya mungkin tidak akan diperlakukan dengan baik. Tidak, ia harus hidup untuk mengetahui bahwa anaknya diperlakukan dengan baik. Segera, niat bunuh diri itu dibatalkan, demi anaknya juga……….

Setahun berlalu. Sang ibu telah pindah ke tempat lain, mendapatkan kerja yang lebih baik lagi. Sang anak telah sehat, walaupun tetap menjalani perawatan medis secara rutin setiap bulan. Seperti biasa, sang anak ingat akan hari ulang tahun ibunya. Uang pun dapat ia peroleh dengan mudah, tanpa perlu bersusah payah mengumpulkannya. Maka, pada hari tersebut, sepulang dari sekolah, ia tidak pulang ke rumah, ia segera naik bus menuju ke desa tempat tinggal ibunya, yang memakan waktu beberapa jam. Sang anak telah mempersiapkan setangkai bunga, sepucuk surat yang menyatakan ia setiap hari merindukan ibu, sebuah kartu ucapan selamat ulang tahun, dan nilai ujian yang sangat bagus. Ia akan memberikan semuanya untuk ibu.

Sang anak berlari riang gembira melewati gang-gang kecil menuju rumahnya. Tetapi ketika sampai di rumah, ia mendapati rumah ini telah kosong. Tetangga mengatakan ibunya telah pindah, dan tidak ada yang tahu kemana ibunya pergi. Sang anak tidak tahu harus berbuat apa, ia duduk di depan rumah tersebut, menangis "Ibu benar-benar tidak menginginkan saya lagi."

Sementara itu, keluarga sang ayah begitu cemas, ketika sang anak sudah terlambat pulang ke rumah selama lebih dari 3 jam. Guru sekolah mengatakan semuanya sudah pulang. Semua tempat sudah dicari, tetapi tidak ada kabar. Mereka panik. Sang ayah menelpon ibunya, yang juga sangat terkejut. Polisi pun dihubungi untuk melaporkan anak hilang.

Ketika sang ibu sedang berpikir keras, tiba-tiba ia teringat sesuatu. Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Ia terlalu sibuk sampai melupakannya. Anaknya mungkin pulang ke rumah. Maka sang ayah dan sang ibu segera naik mobil menuju rumah tersebut. Sayangnya, mereka hanya menemukan kartu ulang tahun, setangkai bunga, nilai ujian yang bagus, dan sepucuk surat anaknya. Sang ibu tidak mampu menahan tangisannya, saat membaca tulisan-tulisan imut anaknya dalam surat itu.

Hari mulai gelap. Mereka sibuk mencari di sekitar desa tersebut, tanpa mendapatkan petunjuk apapun. Sang ibu semakin resah. Kemudian sang ibu membakar dupa, berlutut di hadapan altar Dewi Kuan Im, sambil menangis ia memohon agar bisa menemukan anaknya.

Seperti mendapat petunjuk, sang ibu tiba-tiba ingat bahwa ia dan anaknya pernah pergi ke sebuah kuil Kuan Im di desa tersebut. Ibunya pernah berkata, bahwa bila kamu memerlukan pertolongan, mohonlah kepada Dewi Kuan Im yang welas asih. Dewi Kuan Im pasti akan menolongmu, jika niat kamu baik. Ibunya memprediksikan bahwa anaknya mungkin pergi ke kuil tersebut untuk memohon agar bisa bertemu dengan dirinya.

Benar saja, ternyata sang anak berada di sana. Tetapi ia pingsan, demamnya tinggi sekali. Sang ayah segera menggendong anaknya untuk dilarikan ke rumah sakit. Saat menuruni tangga kuil, sang ibu terjatuh dari tangga, dan berguling-guling jatuh ke bawah……….

Sepuluh tahun sudah berlalu. Kini sang anak sudah memasuki bangku kuliah. Ia sering beradu mulut dengan ayah, mengenai persoalan ibunya. Sejak jatuh dari tangga, ibunya tidak pernah ditemukan. Sang anak telah banyak menghabiskan uang untuk mencari ibunya kemana-mana, tetapi hasilnya nihil.

Siang itu, seperti biasa sehabis kuliah, sang anak berjalan bersama dengan teman wanitanya. Mereka tampak serasi. Saat melaju dengan mobil, di persimpangan sebuah jalan, ia melihat seorang wanita tua yang sedang mengemis. Ibu tersebut terlihat kumuh, dan tampak memakai tongkat. Ia tidak pernah melihat wanita itu sebelumnya. Wajahnya kumal, dan ia tampak berkomat-kamit. Di dorong rasa ingin tahu, ia menghentikan mobilnya, dan turun bersama pacar untuk menghampiri pengemis tua itu. Ternyata sang pengemis tua sambil mengacungkan kaleng kosong untuk minta sedekah, ia berucap dengan lemah "Dimanakah anakku? Apakah kalian melihat anakku?". Sang anak merasa mengenal wanita tua itu. Tanpa disadari, ia segera menyanyikan lagu "Shi Sang Ci You Mama Hau" dengan suara perlahan, tak disangka sang pengemis tua ikut menyanyikannya dengan suara lemah. Mereka berdua menyanyi bersama. Ia segera mengenal suara ibunya yang selalu menyanyikan lagu tersebut saat ia kecil, sang anak segera memeluk pengemis tua itu dan berteriak dengan haru "Ibu? Ini saya ibu".

Sang pengemis tua itu terkejut, ia meraba-raba muka sang anak, lalu bertanya, "Apakah kamu ??..(nama anak itu)?" "Benar bu, saya adalah anak ibu?". Keduanya pun berpelukan dengan erat, air mata keduanya berbaur membasahi bumi …………… .

Karena jatuh dari tangga, sang ibu yang terbentur kepalanya menjadi hilang ingatan, tetapi ia setiap hari selama sepuluh tahun terus mencari anaknya, tanpa peduli dengan keadaaan dirinya. Sebagian orang menganggapnya sebagai orang gila.

Perenungkan untuk kita renungkan bersama-sama:

Dalam kondisi kritis, Ibu kita akan melakukan apa saja demi kita. Ibu bahkan rela mengorbankan nyawanya.. Simaklah penggalan doa keputusasaan berikut ini, di saat Ibu masih muda, ataupun disaat Ibu sudah tua :

1. Anakku masih kecil, masa depannya masih panjang. Oh Tuhan, ambillah aku sebagai gantinya.
2. Aku sudah tua, Oh Tuhan, ambillah aku sebagai gantinya.

Diantara orang-orang disekeliling Anda, yang Anda kenal, Saudara/I kandung Anda, diantara lebih dari 6 Milyar manusia, siapakah yang rela mengorbankan nyawanya untuk Anda, kapan pun, dimana pun, dengan cara apapun ………..

Tidak diragukan lagi "Ibu kita adalah Orang Yang Paling Mulia di dunia ini". Ingin bergabung dalam sebuah MISI MULIA ? Ada 2 tindakan yang dapat Anda lakukan :

1. Bila Anda beruntung (Ibu Anda masih ada di dunia ini), ajaklah ia untuk keluar makan atau jalan-jalan MALAM INI JUGA. Jangan ditunda2. Bila Ibu Anda tinggal di tempat yang terpisah jauh dengan Anda, telponlah dia malam ini juga, just to say "hello". Catatlah hari ulang tahunnya, rayakan, dan bahagiakanlah dia semampu Anda. Hidangkan makanan favoritnya, dan seterusnya.

2. Kirimkan kisah film ini kepada saudara/i Anda, teman2 Anda, maupun rekan-rekan kerja Anda (minimal 5, kalau 100 org lebih baik lagi). Bagi sebagian dari mereka, kisah ini mungkin akan seperti setetes embun yang menyegarkan jiwa mereka, yang terkadang terlalu sibuk dengan aktivitasnya sendiri. Anda sungguh berjasa dalam hal ini??

Mom, my beloved. I love you Mom forever in my deep heart. I always missing you Mom ….

Thanks and best regards
Mori Kanayama



*****
Kiriman milis dari: Yansu
Gambar dipinjam dari: http://www.gettyimages.com

9 Teknik Berhenti Berpikir Negatif


Untuk sebagian besar dari kita, berpikir negatif mungkin sudah menjadi bagian dari diri. Ketika hal-hal tidak sesuai rencana, kita dengan mudah merasa depresi dan tidak bisa melihat sisi baik dari kejadian tersebut.
Berpikiran negatif tidak membawa kemana-mana, kecuali membuat perasaan tambah buruk, yang lalu akan berakibat performa kita mengecewakan. Hal ini bisa menjadi lingkaran yang tidak berujung.
Jessica Padykula menyarankan sembilan teknik untuk mencegah dan mengatasi pikiran negatif yang adalah sebagai berikut:

1. Hidup di saat ini
Memikirkan masa lalu atau masa depan adalah hal yang sering membuat kita cemas. Jarang sekali kita panik karena kejadian masa sekarang. Jika Anda menemukan pikiran anda terkukung dalam apa yang telah terjadi atau apa yang belum terjadi, ingatlah bahwa hanya masa kini yang dapat kita kontrol.

2. Katakan hal positif pada diri sendiri
Katakan pada diri Anda bahwa Anda kuat, Anda mampu. Ucapkan hal tersebut terus-menerus, kapanpun. Terutama, mulailah hari dengan mengatakan hal positif tentang diri sendiri dan hari itu, tidak peduli jika hari itu Anda harus mengambil keputusan sulit ataupun Anda tidak mempercayai apa yang telah Anda katakan pada diri sendiri.

3. Percaya pada kekuatan pikiran positif
Jika Anda berpikir positif, hal-hal positif akan datang dan kesulitan-kesulitan akan terasa lebih ringan. Sebaliknya, jika Anda berpikiran negatif, hal-hal negatif akan menimpa Anda. Hal ini adalah hukum universal, seperti layaknya hukum gravitasi atau pertukaran energi. Tidak akan mudah untuk mengubah pola pikir Anda, namun usahanya sebanding dengan hasil yang bisa Anda petik.

4. Jangan berdiam diri
Telusuri apa yang membuat Anda berpikiran negatif, perbaiki, dan kembali maju. Jika hal tersebut tidak bisa diperbaiki lagi, berhenti mengeluh dan menyesal karena hal itu hanya akan menghabiskan waktu dan energi Anda, juga membuat Anda merasa tambah buruk. Terimalah apa yang telah terjadi, petik hikmah/pelajaran dari hal tersebut, dan kembali maju.

5. Fokus pada hal-hal positif
Ketika kita sedang sedang berpikiran negatif, seringkali kita lupa akan apa yang kita miliki dan lebih berfokus pada apa yang tidak kita miliki. Buatlah sebuah jurnal rasa syukur. Tidak masalah waktunya, tiap hari tulislah lima enam hal positif yang terjadi pada hari tersebut. Hal positif itu bisa berupa hal-hal besar ataupun sekadar hal-hal kecil seperti 'hari ini cerah' atau 'makan sore hari ini menakjubkan' . Selama Anda tetap konsisten melakukan kegiatan ini, hal ini mampu mengubah pemikiran negatif Anda menjadi suatu pemikiran positif. Dan ketika Anda mulai merasa berpikiran negatif, baca kembali jurnal tersebut.

6. Bergeraklah
Berolahraga melepaskan endorphin yang mampu membuat perasaaan Anda menjadi lebih baik. Apakah itu sekadar berjalan mengelelingi blok ataupun berlari sepuluh kilometer, aktifitas fisik akan membuat diri kita merasa lebih baik. Ketika Anda merasa down, aktifitas olahraga lima belas menit dapat membuat Anda merasa lebih baik.

7. Hadapi rasa takutmu
Perasaan negatif muncul dari rasa takut, makin takut Anda akan hidup, makin banyak pikiran negatif dalam diri Anda. Jika Anda takut akan sesuatu, lakukan sesuatu itu. Rasa takut adalah bagian dari hidup namun kita memiliki pilihan untuk tidak membiarkan rasa takut menghentikan kita.

8. Coba hal-hal baru
Mencoba hal-hal baru juga dapat meningkatkan rasa percaya diri. Dengan mengatakan ya pada kehidupan Anda membuka lebih banyak kesempatan untuk bertumbuh. Jauhi pikiran 'ya, tapi.'. Pengalaman baru, kecil atau besar, membuat hidup terasa lebih menyenangkan dan berguna.

9. Ubah cara pandang
Ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik, cari cara untuk melihat hal tersebut dari sudut pandang yang lebih positif. Dalam setiap tantangan terdapat keuntungan, dalam setiap keuntungan terdapat tantangan.
 

Suksema,


*****
Kiriman milis dari: Yansu
Gambar dipinjam dari: http://www.gettyimages.com

abcs